SOSIALISASI GERAKAN DAKWAH

لبسم الله الرً حمن الرً حيم


" SOSIALISASI GERAKAN DAKWAH "

Apabila gerakan dakwah hanya melakukan lingkar kegiatan ideologisasi, akan berdampak pada eksklusivitas dan ketersembunyian gerakan dari public. Oleh karena itu, apabila konsolidasi personal dan struktural telah mencapai batas ambang yang dianggap memadai, maka gerakan dakwah harus mulai membuka diri dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara luas, dan pada saat yang sama melakukan rekrutmen publik secara masif.

Argumen Urgensi Sosialisasi Gerakan

Tiga alasan berikut memperkuat keharusan melakukan sosialisasi gerakan dakwah. Pertama, adanya contoh kegiatan sosialisasi gerakan dakwah di zaman kenabian. Kedua, sifat ajaran islam yang menampik perilaku antisocial. Ketiga, manusia memiliki kebutuhan social.

Pelajaran dari Gerakan Islam di Zaman Kenabian

Dakwah ditujukan kepada siapa saja, untuk meningkatkan kapasitas keberagaman masyarakat. Kita lihat Rasulullah dan para sahabat, sesuai misi kedatangan Islam, telah mampu membawa Islam dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat. Sentuhan-sentuhan langsung dengan berbagai urusan public, berhubungan dengan bermacam patologi social yang tersebar di tengah kehidupan, serta memberikan berbagai solusi praktis adalah bentuk-bentuk apresiasi keberislaman mereka.

Islam Menolak Perilaku Antisosial

Islam adalah agama yang menampik perilaku antisocial, sebab perilaku ini tidak sesuai dengan fitrah manusia. Dengan amat tegas Rasul mulia memberikan pengarahan:
"Orang-orang yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas cobaan mereka lebih baik dan lebih besar pahalanya daripada orang-orang yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas cobaan mereka".

Manusia Memiliki Kebutuhan Sosial

Manusia secara fitrah dan naluriah menghajatkan sentuhan sosial untuk berbagai kebutuhan dasar kehidupan mereka. Kesejahteraan, kecukupan kehidupan, rasa keamanan, perlindungan terhadap hak milik dan hak asasi mereka, adalah contoh kebutuhan social yang tak terelakkan. Manusia dimanapun tempatnya dan apapun agama mereka, senantiasa memerlukan interaksi social, saling memberi, saling membantu, saling memanfaatkan.

Sosialisasi Gerakan Dakwah

Lingkar kegiatan sosialisasi gerakan dakwah berorientasi kepada beberapa sasran berikut:

Meningkatnya kapasitas keberagamaan masyarakat, sehingga terbentuk masyarakat religius yang melaksanakan kewajiban beragama.
Muncul dan menguatnya opini-opini positif tentang Islam, dan opini-opini Islami dalam berbagai bidang kehidupan baik social, ekonomi, poltik, hukum, hankam, HAM, dan lain sebagainya.
Muncul dan menguatnya penampilan Islam (al Mazhar al Islami) di tengah masyarakat .
Muncul dan menguatnya dukungan public terhadap dakwah dan gerakan dakwah
Terekrutnya berbagai elemen masyarakat secara luas untuk menjadi pelaku dan pendukung dakwah

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam rangka mencapai sasaran mihwar sya'bi tersebut, diantaranya adalah:

Menguatkan peran publik para aktivis dakwah ditengah masyarakat, dengan jalan interaksi social dan pembuatan kegiatan-kegiatan social untuk meningkatkan citra positif dan kedekatan serta ketokohan aktivis dakwah di tengah masyarakat .
Mengintensifkan kegiatan dakwah 'amah (umum) di tengah masyarakat untuk membina dan meningkatkan potensi keislaman mereka
Membuat wajihah atau wadah berkegiatan yang formal agar para aktivis dakwah bisa berinteraksi secara luas dengan berbagai kalangan masyarakat melalui wajihah tersebut. Wajihah ini dibuat oleh gerakan dakwah untuk sarana berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Membuat wadah-wadah atau lembaga yang menghimpun potensi masyarakat untuk diinteraksikan dengan para aktivis dakwah. Lembaga ini dibuat bersama-sama antara masyarakat dengan para aktivis dakwah
Mengoptimalkan peran media massa baik cetak maupun elektronik untuk penyebaran opini, persepsi dan informasi kepada masyarakat.
Melakukan komunikasi dan silaturahim dengan tokoh-tokoh masyarakat dan organisasi social politik, untuk membangun jaringan dan kebersamaan
Melakukan komunikasi dan silaturahim dengan tokoh-tokoh gerakan dakwah dan lembaga-lembaga dakwah Islam untuk menyamakan visi pergerakan serta merajut jalinan kerjasama yang positif antar elemen gerakan dakwah

Rekrutmen pada Lingkar Kegiatan Sosial

Rekrutmen (tajnid) pada lingkar kegiatan sosialisasi tidak semata-mata berorientasi kepada bergabungnya personal pilihan menjadi "bagian dalam" dari gerakan Islam, namun berorientasi mendekatkan masyarakat pada kultur keislaman, dengan harapan mereka bisa memberikan kontribusi optimal sesuai potensi mereka masing-masing. Kontribusi yang diharapkan bisa bersifat langsung atau tidak langsung terhadap gerakan dakwah.

Langkah-Langkah Rekrutmen Publik

Untuk bisa melakukan tajnid jamahiri (rekrutmen public), atau pengumpulan potensi secara missal dari masyarakat, ada enam langkah yang harus dipenuhi gerakan dakwah:




Pemetaan Sosial
Pemetaan yang jeli atas realitas masyarakat menjadi langkah awal untuk melakukan rekrutmen public. Rekayasa social adalah sebagian watak dasar dakwah Islam. Istilah ini menunjuk pada perubahan bentuk secara bertahap dari kondisi yang ada (social reality atau social fact) kepada kondisi yang diidealkan, denagn kata lain, rekayasa selalu mengarah pada model pendekatan gradual, bertahap dan berkesinambungan.

Menentukan Prioritas Sasaran
Prioritas sasaran lebih ditekankan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki peluang lebih besar untuk menjadi anasir perubah (agent of change) bagi komunitas mereka masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar nantinya bisa membantu gerakan dakwah melakukan pengumpulan potensi massa dari komunitas mereka sendiri.

Penentuan Strategi Dasar (grand strategy)
Strategi dasar untuk melakukan tajnid jamahiri perlu diletakkan agar segala tindakan berikut resiko yang akan muncul sudah terkalkulasi sejak awal. Strategi dasar ini antara lain meletakkan posisi-posisi personal maupun structural secara tepat, menyusun langkah-langkah strategis berikut target-target pencapaian, serta landasan kebijakan operasional.

Penentuan Metodologi Rekrutmen terhadap Sasaran
Setiap sasaran memiliki karakter yang khas, dan oleh karenanya memerlukan metodologi yang spesifik pula. Bahasa masyarakat disetiap level social dan ekonomi akan senantiasa beragam. Apabila gerakan dakwah tidak variatf dalam metodologi pendekatan, niscaya tak akan memperoleh hasil yang optimal. Rasul saw dalam gerakan dakwah beliau membangun peradaban Islam, menggunakan metodologi yang amat variatif.

Menentukan Sarana dan Prasarana Rekrutmen
Setelah metodologi diketahui, maka sejumlah sarana dan prasarana diperlukan untuk implementasi. Kekuatan gerakan dakwah untuk menghadirkan sarana dan prasarana untuk saat ini masih sangatlah terbatas. Keterbatasan dana yang lebih disebabkan karena lemahnya kemampuan penggalangan dana, masih mewarnai kondisi gerakan dakwah hingga saat ini. Dampak dari kelemahan dibidang ini sejatinya cukup serius, misalnya sedemikian lemah gerakan dakwah mampu menghadirkan yang marak publisitas, menarik secara performen, dan membentuk opini yang luas serta kontinyu

Evaluasi dan Penanganan Hasil Rekrutmen
Setelah upaya pengumpulan potensi masyarakat dilakukan sesuai skala prioritas dan pendekatan metodologis tertentu, tidak boleh ditinggalkan upaya untuk mengevaluasi hasil kerja. Berbagai catatan tentang keberhasilan atau kegagalan dalam mengaplikasikan metodologi tajnid tersebut harus mendapatkan perhatian untuk upaya perbaikan di masa mendatang.

و لحمد الله ر بً لعلمين


DEPOK, 30 AGUSTUS 2007
PKL. 08.00à10.30

Created by G D D

MEMPERBARUI KOMITMEN DAKWAH




MEMPERBARUI KOMITMEN DAKWAH


Segala puji bagi Allah SWT yang telah menganugerahi nikmat terbesar kepada kita, yaitu nikmat Islam. Shalawat dan salam kita curahkan untuk Nabi Muhammad SAW, sebagai dai bagi umat ini yang teguh dan kokoh dalam jalannya. Sesungguhnya, menapaki jalan dakwah merupakan sebuah pilihan dari berbagai jalan yang terbentung dalam kehidupan kita. Komitmen yang dibangun sejak awal kerap berhadapan dengan realitas yang berlangsung di jalan yang sangat panjang ini. Realitas interaksi dengan sesama aktivis dakwah dan karakteristik jalan dakwah, serta interaksi dengan objek dan mush dakwah. Tidak kita mungkiri bahwa interaksi-interaksi tersebut mengisap energi aktivis dakwah, bukan hanya energi fisik, melainkan juga energi ruhiyah. Jika hal ini tidak diantisipasi dengan kekuatan tarbiyah dzatiyah, maka aktivis dakwah dapat mengalami kejenuhan dan kehilangan makna dakwah dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Karena itu perlahan-lahan, komitmen yang diikrarkan mengalami degradasi lalu memudar. Penurunan ini tampak pada melemahnya komitmen menghadiri liqa pekanan, tidak lagi produktif dalam kegiatan dakwah, dan enggan menghadiri acara yang diadakan oleh jamaah. Ditengah-tengah kesibukan berdakwah dan menumpuknya pekerjaan, kadang-kadang para aktivis dakwah lupa akan hakikat komitmen mereka terhadap dakwah. Kelalaian ini bisa berbentuk seringnya meninggalkan kewajiban dakwah dan menzalimi diri dengan tidak menyucikannya, tidak mendidiknya, tidak memantaunya, serta tidak mengevaluasinya. Terkadang juga sering menyia-nyiakan hak-hak saudara dan dakwahnya. Ia tidak mau mengeluarkan infak, dan hanya memberikan sisa-sisa waktu untuk dakwah, serta selalu terlambat menghadiri pertemuan-pertemuan rutin, kewajiban dan tugas dakwah dilaksanakan sekadarnya, sesuai dengan kemauan hawa nafsunya sendiri. Karena itulah, kita harus bertanya kepada diri kita “Bagaimana komitmen saya terhadap dakwah? Atau apakah cukup hanya dengan bergabung dalam sebuah jamaah? Atau, apakah cukup hanya dengan memberikan sebagian harga? Ataukah, kita harus ikut bergerak berputar bersama dakwah?” Dan masih banyak lagi pertanyaan yang harus dijawab oleh aktivis dakwah agar ia benar-benar mengetahui hakikat komitmennya terhadap dakwah. Bergabung dengan pergerakan dakwah menuntut pelakunya selalu meluruskan dan memperbaiki komitmennya dari waktu ke waktu hingga ia tidak merasa terbelenggu oleh hawa nafsunya dan agar selalu ingat bahwa ia terikat erat dengan prinsip-prinsip dan anggaran rumah tangga dalam jamaah dakwah. Terlebih dakwah yang kita yakini adalah dakwah islamiyah yang bersumber dari Allah SWT dan memiliki aturan-aturan yang dibuat oleh yang Maha Kuasa, karena itulah, dakwah merupakan amanah yang harus ditunaikan dan ditepati. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya hanya sedikit aktivis dakwah yang berjatuhan ditengah jalan dan dakwah akan mampu berjalan merealisasikan tujuan-tujuannya dengan langkah yang pasti. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya hati akan menjadi bersih, akan akan bersatu dan sedikit orang yang mengedepankan akal dan memaksakan pendapatnya. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan tersebar sikap toleransi, saling mencintai,saling menguatkan dan barisan akan menjadi kuat ibarat bangunan yang kokoh, sebagian menguatkan sebagian yang lain. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya para aktivis dakwah akan memiliki sikap yang sama dimanapun posisinya, baik di depan maupun di belakang, menjadi pemimpin yang ditaati atau menjadi prajurit yang tersembunyi di belakang. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya aktivis akan berlapang dada dalam menyikapi kekeliruan saudaranya, tidak ada dengki dan permusuhan. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan tersebut sikap saling memaafkan, tidak ada dengki dan dendam, selalu terbuka dan berlapang dada. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya tidak ada kemalasan dalam menunaikan kewajiban dakwah. Bahkan para aktivis akan selalu berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dan menggapai derajat yang tinggi. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah, niscaya akan ada perhatian pada waktu. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia bagi aktivis dakwah, karena ia selalu berada dalam keadaan bermunajat kepada Rabbnya atau menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Atau ia sedang mendidik anak dan istrinya di rumah, atau sedang mengisi pengajian dan memberi peringatan kepada orang lain di masjid. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan ada perlombaan untuk menunaikan kewajiban membayar infaq dakwah dan tidak akan ditemui keraguan untuk itu. Semboyannya adalah “Apa yang ada ditangan kalian akan musnah, dan apa yang ada disisi Allah SWT akan kekal”. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan ada sikap selalu mendengar dan taat. Tidak ada keraguan apalagi berbangga diri dan memaksakan pendapat pribadi. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan ada pengorbanan yang besar untuk dakwah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan pengorbanan untuk pribadi dan hawa nafsu. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan ada kepercayaan dari prajurit terhadap pemimpinnya. Merekapun akan siap melaksanakan instruksi-instruksi yang diberikan pemimpin mereka. Seandainya ada komitmen yang benar terhadap dakwah niscaya akan menangislah orang-orang yang tidak bisa melakukan kewajiban secara optimal. Dan akan bersemangatlah orang-orang yang telah bersungguh-sungguh untuk meraih pahala yang lebih banyak lagi. Bagaimana kalau kita bertanya kepada diri kita “Bagaimana komitmen saya terhadap dakwah?” Tentunya, jawaban yang muncul ada dua, pertama, sebagian telah mengetahui hakikat komitmen mereka terhadap dakwah, telah berjalan di atas jalan yang penuh dengan petunjuk dan cahaya dan telah memiliki tujuan serta sasaran yang jelas hingga dapat berjalan dengan langkah yang nyata. Kedua sebagian yang lain belum mengetahui hakikat komitmen mereka terhadap dakwah. Mereka menyimpang dari jalan yang seharusnya dilalui. Mereka berjalan santai dan menyerah kepada realitas kehidupan. Mereka terpengaruh oleh orang sekitarnya dan tidak mampu mempengaruhinya. Oleh karena itu, keberadaan mereka semakin jauh dari realitas dakwah dan perilaku mereka semakin menyimpang dari arah kebijakan dakwah. Artinya, mereka lupa akan komitmen mereka terhadap dakwah. Atau dengan kata lain, mereka tidak menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan berikut dalam diri mereka. - Mengapa anda percaya kepada dakwah? - Apa peran anda di dalamnya? - Bagaimana komitmen anda terhadap dakwah? Ketika para aktivis dakwah melihat perjalanan semakin panjang, terkadang semangat mereka melemah, kekuatan mereka menurun, dan cita-cita mereka merendah lambat laun, kewajiban-kewajiban dakwah dilupakan sehingga komitmennya terhadap dakwah semakin redup. Inilah yang menjadi harapan musuh-musuh dakwah. Mereka selalu menanamkan sikap putus asa dalam barisan para mujahidin dan membuat para aktivis seakan-akan memahat di atas air, sehingga para aktivis berjatuhan satu per satu atau minimal peran mereka semakin berkurang. Ketika kita kembali kepada Muassis (pendiri) dakwah ini kita akan mendapatkan dalam kumpulan risalahnya (risalah pergerakan) sentuhan yang akan membangkitkan semangat baru meninggikan cita-cita dan memperkuat tekad serta memperbaruhi kembali komitmen kita terhadap dakwah. Semoga Allah SWT mengaruniakan kebenaran kepada kita, membuat kita mencintai keimanan dan menghiaskannya dalam hati kita. Juga membuat kita membenci kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan serta menjadikan kita orang-orang yang mengerti. Aamiin. Muhammad Abduh “Pengarang buku Memperbarui Komitmen Dakwah”

;;